Kita tahu gajah adalah makhluk darat yang besar dan kuat. Mereka memiliki telinga besar seperti kipas dan belalai panjang di mana mereka membuat suara terompet. Anak-anak merasa bahwa gajah tidak takut karena ukurannya. Mereka akan terkejut mengetahui bahwa gajah menghindari pohon dan cabang yang dipenuhi semut kecil yang merayap. Mereka bahkan takut pada lebah. Jadi para petani di Afrika membiakkan lebah untuk mencegah gajah menyerang tanaman mereka.
Perilaku gajah mirip dengan manusia dalam banyak hal. Mereka juga pantas dihormati seperti manusia, yang diabaikan. Mari kita pelajari dan akui sifat-sifat kemanusiaan mereka.
Skincare routine
Manusia sangat sensitif terhadap kerutan dan melakukan segala cara untuk mencegah lipatan dan lipatan tersebut. Gajah memiliki kerutan sejak lahir, tetapi tetap saja ada kesamaan dalam rutinitas perawatan kulit. Sinar matahari mempengaruhi gajah dan manusia. Tidak seperti manusia, gajah tidak memiliki pilihan tabir surya. Mereka memilih pasir dan lumpur , yang berfungsi sebagai pelembab, tabir surya, dan pengusir serangga pada kulit mereka yang sangat sensitif.
Penggemar kecepatan
Kecepatan lari gajah adalah 20 km/jam. atau 20 km/jam. Dibandingkan dengan kecepatan mobil Anda, itu rendah, tetapi jika dilihat dari 14, 000 lb. sudut berat —– kekuatannya signifikan ! Mereka tidak sembrono seperti pengemudi mobil yang cepat tetapi membayangkan makhluk kecil merangkak di bawah semak-semak.
Ikatan keluarga yang dalam
Gajah betina memimpin kawanan. Seluruh kawanan memelihara anak sapi. Gajah jantan meninggalkan kawanannya ketika mereka berusia 000 tahun dan mulai hidup mandiri. Betina tidak meninggalkan ibu mereka, sehingga kawanan terdiri dari generasi kerabat perempuan. Sama seperti Anda mengakui kekuatan perempuan pada manusia, gajah betina membutuhkan apresiasi yang sama!
Sensitif dan peduli
Gajah adalah raksasa yang lembut dengan bahasa pribadinya. Sama seperti manusia, mereka bergantung pada kontak fisik seperti sentuhan tepukan setelah tugas berat. Ketika bayi gajah berteriak atau berteriak, kawanan gajah itu membelai dan menyentuhnya dengan belalainya.
Mereka adalah hewan yang cerdas dengan sentimen, kasih sayang, perasaan, dan kesadaran diri yang rumit. Kawanan juga protektif terhadap siapa pun, yang tidak mampu membela diri. Kawanan berkumpul di sekitar orang sakit, terluka, dan tua membentuk lingkaran sebagai perisai. Mereka hanya bergerak setelah mereka merasa aman.
Senang berenang
Gajah suka berenang seperti manusia. Ukuran mereka hampir tidak menghambat gaya berenang mereka. Gajah menggunakan belalai sebagai snorkel saat berenang. Bermain air baik untuk mereka karena ketika mereka mengapung, persendian kaki mereka bisa rileks dengan mudah.
Jangan pernah lupa
Ilmu pengetahuan mendukung fakta bahwa gajah tidak lupa. Semakin tua seekor gajah betina keterampilannya untuk mengidentifikasi teman atau musuh semakin tajam. Sebagai ibu pemimpin kawanan, adalah kewajibannya untuk membedakan antara teman dan musuh yang mendekati kawanannya. Hal ini memungkinkan gajah lain untuk berkonsentrasi makan dan kawin tanpa khawatir.
Berkabung
Gajah berduka atas kematian orang yang mereka cintai sama intensnya dengan manusia. Mereka menyentuh dan membelai tengkorak orang yang dicintai dengan belalai mereka. Bahkan setelah bertahun-tahun kematian orang yang mereka cintai, mereka berhenti di tempat selama beberapa menit dalam keheningan. Angkat topi untuk ingatan mereka yang kuat!
Sama seperti manusia, gajah makan, berenang, berlari, merawat, melindungi, dan berduka. Sama seperti kita, gajah juga membutuhkan bantuan. Pemburu liar dan perdagangan gading masih berkembang, bahkan dengan hukum dan hukuman yang ketat, makhluk agung membutuhkan bantuan Anda!

BACA JUGA  Kecemasan Perpisahan pada Hewan Peliharaan Dapat Dikelola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here