Nama Amalan Zikir ini adalah Doa Husnul Khotimah

Amalan Dzikir yang menjadi pegangan amalan dzikir Sayyid Syarif Abdurrohman Bin Sayyid Syarif Sulaiman Al Bagdadi Aka mbah wali suro tegal gubug cirebon.
Keutamaan / Faidah Dari Amalan dzikir ini yang sudah saya rasakan adalah :
1. Menyelesaikan perkara hutang berapapun besarnya bisa diselesaikan. asalkan yakin dan fokus, jalannya akan membuat agan/aganwati tercengang dan terasa tidak percaya (saya mengalaminya)
2. Memecahkan segala macam problem / perkara yang susah menjadi mudah dan bisa di selesaikan.
3. Mencapai cita2 yang saya rasakan hal yg tidak mungkin menjadi mungkin. contohnya :
  • – kalo saya ingin mempunyai / mendapatkan jenis usaha (wirausaha) yang cocok dengan skill atau keahlian yang saya punyai, Alhamdulilah sekarang sudah kesampaian cita2nya
  • – Dari share guru spitual saya, ada yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil(PNS) di kota tempat tinggal saya Karawang, kesampaian cita2nya menjadi PNSnya
  • – Bisa untuk mendapatkan kedudukan / atau jabatan penting di pemerintahan misal jabatan lurah, camat untuk diri sendiri ataupun orang lain ( misalnya ingin menggolkan saudaranya menjadi lurah atau camat dalam Pemilihan Kepala Daerah ( PILKADA) )
  • – Membuat Pondok Pesantren Besar di cikarang yang sebetulnya terlihat muskil, karena yang punya cita2 hanya lulusan sma, orang tuannya bertani, setelah mengamalkan dzikir ini istiqomah, cita2nya tersampaikan

Sejarah dan Siapakah Mbah Wali Suro Tegal Gubug Cirebon Itu ?

Sebelum masuk ke bagian tulisan amalan tersebut, setidaknya harus donk mengetahui atau kenalan dulu, siapa itu Mbah wali suro tegal gubug cirebon itu, dan penasaran khan ?
Mbah wali suro adalah aslinya bernama Sayyid Syarif Abdurrohman Bin Sayyid Syarif Sulaiman Al Bagdadi. untuk lebih jelasnya silahkan baca dulu sejarahnya di bawah ini
Berawal dari Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati di dalam Syi’ar Agama Islam di Kerajaan Talaga, Galuh Pakuwon, Sumedang Larang Hingga Kerajaan Terbesar Di Jawa Barat Saat Itu Yaitu Kerajaan Pajajaran Yang RajaNya Terkenal Sakti Mandraguna Bergelar “PRABU SILIWANGI – MAUNG PAJAJARAN”. Mengutus beberapa orang Peng-geden (pembesar) yang memeliki kesaktian yang tinggi, untuk memberikan pengawasan terhadap daerah taklukan kesultanan Cirebon, karena masih ada beberapa bekas Adipatih yang belum ikhlas jika masyarakatnya memeluk agama Islam. Di antara Peng-geden (pembesar) Kesultanan Cirebon yang diutus menjadi pengawas daerah taklukan tersebut adalah Seorang Berkebangsaan Arab yang tiada lain adalah Santri Kinasih dari Maulana Syarif Hidayatullah yang berasal dari Negeri Bagdad, Beliau bernama Sayyid Syarif Abdurrohman Bin Sayyid Syarif Sulaiman Al Bagdadi.
Di Kisahkan Sebelum berguru kepada Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati, Ayah Sayyid Syarif Abdurrohman bertemu Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati pada saat Ibadah Haji tahun 1385. Dan terjadi perbincangan yang pada akhirnya Sang Sultan Bagdad Sayyid Syarif Sulaiman berkehendak menitipkan putra beliau kepada Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati untuk di didik menjadi seorang Muslim yang paripurna. Demikianlah awal seorang Sayyid Syarif Abdurrohman Bin Sayyid Syarif Sulaiman Al Bagdadi berada di Kesultanan Cirebon dan berguru kepada Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati.
Nama Beliau Adalah Sayyid Syarif Abdurrohman Bin Sayid Syarif Sulaiman, Putera Sultan dari Negeri Bagdad. Beliau Lahir Pada Tahun 1370 Masehi Di Baghdad, Iraq. Kemudian Berangkat Ke Cirebon Untuk Menuntut Ilmu/ Berguru Kepada Maulana Syarif Hidayatullah/ Kanjeng Sunan Gunung Jati Pada Tahun 1387 Masehi. Beliau Adalah Santri yang Tawadlu’ Dan sangat berbhakti kepada GuruNya yaitu Maulana Syarif Hidayatullah/ Kanjeng Sunan Gunung Jati, Sehingga Beliau dapat dengan cepat menyelesaikan berbagai Pembelajaran yang di Ajarkan oleh GuruNya. Hingga pada suatu ketika Beliau diberikan Tugas untuk turun Gunung, melakukan Dakwah Islamiyah Di kawasan wilayah Kerajaan Talaga, Galuh Pakuwon, Sumedang Larang hingga Kerajaan terbesar Di Jawa Barat saat itu yaitu Kerajaan Pajajaran yang RajaNya terkenal Sakti Mandraguna Bergelar “PRABU SILIWANGI – MAUNG PAJAJARAN”. Alhamdulillah Karena Izin Allah dan Ma’unah Allah Swt, Beliau mampu menyelesaikan satu demi satu Tugas Dakwah Islamiyah yang Di Amanatkan kepadaNya. Hingga Suatu ketika Beliau Berdakwah Di Wilayah Kerajaan Talaga Yang Memiliki Patih Yang Sangat Sakti Bernama Ki Pancawala. Singkat Cerita, Sayyid Syarif Abdurrohman, Mampu Mengalahkan Ki Pancawala. Tidak Cuma Mampu Mengalahkan Ki Pancawala Saja tetapi Beliau Juga Berhasil MengIslamkan Ki Pancawala beserta KeluargaNya sekaligus menikahi Puteri Ki Pancawala yang Cantik Jelita bernama Nyi Mas Ratu Antra Wulan.
Sepulang Dari Dakwah Islamiyah Yang Di Amanatkan GuruNya Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati, Maka Sayyid Syarif Abdurrohman Di Angkat Menjadi Senopati Perang Ke Sultanan Cirebon yang saat itu di bawah kepemimpinan Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati Dan Diberikan Gelar KI AGENG SURO PATIH, Yang Memiliki Makna: Bangsawan Yang Berani Mati. Makna Berani Mati Adalah Seseorang Yang Sakti Mandraguna “ORA TEDHAS TAPAK PALUNING PANDHE” Tidak Mempan Oleh Berbagai Ilmu Kadigdayaan Maupun Berbagai Jenis Senjata.
Setelah Menikah Sayyid Syarif Abdurrohman dan Nyi Mas Ratu Antra Wulan (Istri Beliau) yang sekarang memiliki nama/ Gelar Ki Ageng Suro Patih dan masyarakat kala itu terbiasa memanggil beliau Ki Suro, memohon pamit untuk membangun sebuah pedukuhan/ perkampungan di sebuah tegalan di tengah-tengah hutan yang dahulu terdapat Gubug Kecil yang pernah mereka singgahi ketika perjalanan dari Kerajaan Talaga Menuju Kesultanan Cirebon. Dan dengan Doa restu Sang Guru (Maulana Syarif Hidayatullah/ Sunan Gunung Jati) Pedukuhan tersebut diberi Nama “TEGAL GUBUK”
Yang MaknaNya: Sebuah Rumah Kecil yang sederhana terbuat dari bambu yang di sekitarnya terdapat Tegalan yang siap ditanami.
Adapun tempat tersebut akhirnya menjadi tempat peristirahatan terakhir beliau dan Abdi-abdi beliau dan sampai sekarang banyak dikunjungi Peziarah dari berbagai penjuru tanah air. Adapun Lokasinya terletak di Desa Tegal Gubuk, Kec. Arjawinangun, Kab. Cirebon, Jawa Barat. Dengan Luas tanah 600 M2 , Dengan Bangunan Seluas 50 M2 ,Adapun Kepemilikan tanah tersebut adalah Tanah Keraton Kesultanan Cirebon.

Dzikir Doa Husnul Khotimah dan 4 Asmak Nabi

Tawasul kepada :
1. Nabi Muhammad SAW
2. Nabi Khidir AS
3. Sahabat Nabi Abu Bakar, Umar, Usman, Ali
4. Syech Abdul Qodir Jaelani
5. Mbah Wali Suro Tegal Gubuk Cirebon Sayyid Syarif Abdurrohman Bin Sayyid Syarif Sulaiman Al Bagdadi
6. Bapak Haji Mustofa Bin Haji Husein Ceplik Wadas karawang
7. Bapak K.H.Zainal Ilmi Dalam Pagar Martapura Kalsel.
8. Bapak K.H Anang Ramli Haq
9. Bapak Ustad Nabil Ahmad
10. Ila hadroti Man Azazani Dicky Sundayana Bin Hidayat
Dzikirnya :
Ya roba kulli syai’in, bikudrotika ala kulli syai’in, igfirli kulla syain, wala tas alni angkulli syai’in, wala tuhasibni fi kulli syain,waktini kulla syain, Asful Mahmud Ahmad Muhammad
Artinya :
Wahai Tuhan (yang mempunyai) segala sesuatu,
Dengan kekuasaan-Mu agar Engkau tidak meminta pertanggungjawaban kepadaku atas sesuatu pun,
Ampunilah diriku untuk segala sesuatu
Sehingga Engkau tidak lagi menanyaiku tentang sesuatu pun
Dan jangan periksa kepadaku semua atas sesuatu apapun.
Dan berikan kepadaku kemudahan atas sesuatu apapun.

Tatacara pelaksanaan dzikir

Cara dzikir ada 3 cara, silahkan pilih yang sesuai dengan kondisimu

cara 1

satu kali duduk dimulai
pukul 22.00 wib sampai akhir jam 3.00
banyaknya : 1000x

cara 2

untuk yang tidak bisa ikut 1 duduk 1000x
silahkan kerjakan setiap bada sholat wajib 200x
tawasul 1x saja pada waktu setelah solat subuh

cara 3

Tawasul 1x aja pada waktu sesudah sholat subuh
kerjakan dzikir setiap saat / ada waktu sambil beraktifitas seperti biasa dengan syarat harus berwudhu sampai target 1000x
Sihkan Ikut Gabung Group Dzikir Doa Husnul Khotimah untuk melakukan dzikir bersama dan ada yang memandu
Telegram :

Untuk proses sohibul izazah di mulai hari kamis 24 desember 2020

tatacaranya
1. sediakan waktu jam 9.00 malam tanggal 24 desember 2020
2. sediakan air 1 gelas
3. duduk dzikir dan dapatkan rileks dan nyaman
4. tawasul
5. baca dzikir doa khusnul khotimah + asmak 4 nabi dzikirnya :
“Ya roba kulli syai’in, bikudrotika ala kulli syai’in, igfirli kulla syain, wala tas alni angkulli syai’in, wala tuhasibni fi kulli syain,waktini kulla syain. asful mahmud ahmad muhammad ” banyaknya 100x
6. setelah selasai airnya setengah di minum, setengahnya lagi di basuhkan ke muka, kepala, tangan, kaki, perut dan belakang tulang ekor sedikit2
7. selesai. rasakan sensasinya.
8. hari jumat besoknya tanggal 25 desember 2020 dimulai dzikir sebanyak 1000x sampai 21 hari dengan di hadirkan hajatnya / keinginannya
*KeinginanMu Terkabul dengan Keyakinanmu yang di Iringi Hati Iklas & Tawaddu Kepada Allah SWT. Berkeluh Kesahlah & Bergantung KepadaNYA dengan Jalan Wasilah Ini
Mudah2an Allah SWT MeridoiNYA.*
Aamiin 🤲
BACA JUGA
Fadhilah yang agung

63 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here